top of page

Menuju EUDR 2026: Tantangan dan Persiapan Perusahaan FMCG

  • 4 hari yang lalu
  • 3 menit membaca

EUDR bagi Perusahaan FMCG

Dari Kepatuhan Regulasi Menuju Kesiapan Rantai Pasok


Regulasi Uni Eropa mengenai produk bebas deforestasi atau EU Deforestation Regulation (EUDR) memasuki tahap yang semakin penting bagi perusahaan dengan rantai pasok global. Bagi sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), EUDR bukan hanya persoalan lingkungan. Regulasi ini dapat memengaruhi bagaimana perusahaan memilih dan mengevaluasi pemasok, memastikan ketertelusuran bahan baku, mengelola data rantai pasok, melakukan penilaian risiko, hingga memastikan kesiapan produk untuk pasar Uni Eropa. Dengan tanggal penerapan saat ini untuk perusahaan besar dan menengah pada 30 Desember 2026, perusahaan FMCG perlu mulai beralih dari sekadar memahami EUDR menjadi membangun rantai pasok yang siap memenuhi persyaratan due diligence. Apa yang Sebenarnya Diwajibkan oleh EUDR?

Ada tiga persyaratan utama yang harus dipenuhi produk relevan


EUDR Compliance Requirements :

01 | Deforestation-Free: Produk tidak boleh berasal dari lahan yang mengalami deforestasi atau degradasi hutan sebagaimana ditentukan dalam regulasi.

02 | Legal Production: Komoditas harus diproduksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang relevan di negara produksi.

03 | Due Diligence Statement: Produk harus tercakup dalam Due Diligence Statement (DDS) sebelum ditempatkan di pasar Uni Eropa atau diekspor dari Uni Eropa.

Mengapa EUDR Relevan bagi Perusahaan FMCG?

EUDR mencakup tujuh komoditas utama yang berkaitan dengan deforestasi:

  • Sapi (cattle)

  • Kakao (cocoa)

  • Kopi (coffee)

  • Kelapa sawit (oil palm)

  • Karet (rubber)

  • Kedelai (soya)

  • Kayu (Wood)

Tantangan dalam menghadapi EUDR bagi Perusahaan FMCG

Salah satu perubahan penting dalam pendekatan EUDR adalah meningkatnya kebutuhan terhadap traceability hingga lokasi produksi.

Perusahaan perlu memahami:

Produk jadi → Bahan baku → Supplier → Processor/Trader → Lokasi produksi

Penerapan EUDR menghadirkan sejumlah tantangan bagi perusahaan FMCG, terutama karena karakteristik rantai pasok yang kompleks dan melibatkan banyak pihak. Beberapa tantangan utama yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Complex Supply Chain : Perusahaan FMCG umumnya memiliki rantai pasok yang panjang dan melibatkan berbagai supplier, processor, trader, hingga produsen. Kondisi ini dapat menyulitkan perusahaan dalam menelusuri asal komoditas hingga ke lokasi produksinya.

  • Limited Traceability : Informasi yang tersedia sering kali hanya mencakup nama supplier atau negara asal. Sementara itu, kesiapan EUDR membutuhkan visibilitas yang lebih jauh terhadap asal komoditas dan lokasi produksinya.

  • Geolocation Data : Ketersediaan data geolocation menjadi salah satu tantangan penting. Perusahaan perlu memastikan bahwa informasi mengenai lokasi produksi tersedia, akurat, dan dapat ditelusuri untuk mendukung proses due diligence.

  • Supplier Readiness : Tingkat kesiapan setiap supplier dapat berbeda. Tidak semua supplier telah memiliki sistem traceability, dokumentasi, maupun kemampuan untuk menyediakan data yang dibutuhkan perusahaan untuk memenuhi persyaratan EUDR.

  • Data Quality & Consistency: Data yang dikumpulkan dari berbagai supplier dapat memiliki format, tingkat kelengkapan, dan kualitas yang berbeda. Perusahaan perlu memastikan data tersebut konsisten, akurat, dapat diverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

  • Risk Assessment & Mitigation: Perusahaan perlu melakukan penilaian terhadap risiko deforestasi, legalitas produksi, dan risiko dalam rantai pasok. Jika ditemukan risiko atau informasi yang belum memadai, perusahaan juga perlu menentukan tindakan mitigasi yang sesuai.

  • Cross-Functional Coordination: EUDR bukan hanya tanggung jawab tim Sustainability. Implementasinya membutuhkan kolaborasi antara Procurement, Supply Chain, Quality,

    Legal/Compliance, IT/Data, Sustainability, dan Management untuk memastikan seluruh proses, data, dan dokumentasi dapat dikelola secara efektif. Apa yang Harus Dipersiapkan Perusahaan FMCG?

Perusahaan dapat memulai persiapan melalui lima tahapan utama.


EUDR Readiness  Roadmap
EUDR Readiness Roadmap

Dari Compliance Menuju Supply Chain Resilience

EUDR memang membawa tantangan baru bagi perusahaan FMCG. Namun, persiapan EUDR juga dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat sistem perusahaan.

  • Better Traceability

    Perusahaan memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap asal bahan baku.

  • Better Supplier Management

    Perusahaan dapat mengidentifikasi supplier yang memiliki gap dalam traceability dan data.

  • Better Risk Management

    Risiko deforestasi, legalitas, dan supply chain dapat dikelola secara lebih sistematis.

  • Better Data Quality

    Informasi supply chain menjadi lebih terstruktur dan dapat diverifikasi.

  • Better Market Readiness

    Perusahaan menjadi lebih siap memenuhi kebutuhan pelanggan dan pasar yang menerapkan persyaratan terkait deforestasi.

  • Stronger Sustainability Governance

    EUDR dapat diintegrasikan dengan sistem sustainability, responsible sourcing, procurement, dan risk management perusahaan.

Referensi :

2. European Commission - EUDR ImplementationEuropean Commission - EUDR Implementation Resources

3. European Commission - Understanding Due DiligenceEuropean Commission - Understand Due Diligence

4. EUR-Le- Regulation EU) 2023/1115EUR-Le - EUDR Consolidated Regulation

5. European Commission - EUDR Information SystemEuropean Commission - EUDR Information System

 
 
 

Komentar


bottom of page