top of page

Hasil Pencarian

373 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

Postingan Blog (169)

  • Panduan Komprehensif Arahan Klaim Hijau (Green Claims Directive) Uni Eropa

    Di era di mana 'keberlanjutan' telah menjadi pilar utama ( branding ) perusahaan, Komisi Eropa kini bergerak untuk mengubah pemasaran lingkungan dari praktik sukarela menjadi kewajiban yang mengikat secara hukum. Arahan Klaim Hijau ( Green Claims Directive ) yang diusulkan menandai pergeseran penting dalam agenda Kesepakatan Hijau Eropa ( European Green Deal ), yang bertujuan untuk menghapuskan 'greenwashing' dan menyediakan kerangka kerja standar bagi ekonomi sirkular. Bagi bisnis yang beroperasi di dalam atau mengekspor ke Wilayah Ekonomi Eropa, panduan ini menguraikan transisi dari pemasaran kreatif menuju pembuktian berbasis data. 1. Mengapa Klaim 'Ramah Lingkungan' Saja Tidak Lagi Cukup Panduan ini menandai berakhirnya "era ketidakjelasan". Istilah seperti 'ramah lingkungan', 'berkelanjutan', dan 'hijau' kini dianggap menyesatkan kecuali disertai dengan bukti spesifik yang terukur. Prinsip Komisi Eropa sangat jelas: jika sebuah klaim tidak dapat diverifikasi, maka klaim tersebut tidak boleh dibuat. Untuk mematuhinya, bisnis harus mempersempit fokus mereka. Alih-alih mengklaim suatu produk "lebih baik bagi planet ini," perusahaan harus merinci atributnya—misalnya, "pengurangan konsumsi air sebesar 50% selama proses pewarnaan dibandingkan dengan basis data tahun 2022". Tingkat rincian ini memastikan konsumen tidak tertipu oleh bahasa yang luas dan emotif. 2. Mandat Penilaian Siklus Hidup (LCA) Pilar fundamental dari panduan baru ini adalah persyaratan untuk Penilaian Siklus Hidup  ( Life-Cycle Assessment  atau LCA). Bisnis tidak lagi diperbolehkan melakukan "cherry-pick" (memilih-milih) data positif saja. Sebagai contoh, sebuah perusahaan tidak dapat mengklaim sebuah botol "unggul secara lingkungan" karena bebas plastik jika material alternatifnya membutuhkan energi dua kali lipat untuk diangkut dan air tiga kali lipat untuk diproduksi. Penilaian tersebut harus memperhitungkan: Sumber bahan baku:  Dampak dari ekstraksi atau budidaya. Proses manufaktur:  Intensitas energi dan penggunaan bahan kimia. Distribusi:  Jejak karbon yang terkait dengan logistik. Akhir masa pakai:  Apakah produk tersebut benar-benar dapat didaur ulang, dikomposkan, atau berakhir di tempat pembuangan sampah. 3. Persetujuan Awal dan Verifikasi Pihak Ketiga Perubahan administratif yang paling signifikan adalah pengenalan verifikasi ex-ante  (sebelumnya) yang wajib . Berbeda dengan rezim sebelumnya di mana otoritas baru bereaksi setelah ada keluhan, arahan baru ini mewajibkan klaim diverifikasi sebelum  sampai ke tangan konsumen. Verifikator independen yang terakreditasi akan bertanggung jawab untuk mengaudit data ilmiah di balik setiap klaim. Setelah dinyatakan memenuhi syarat, mereka akan menerbitkan Sertifikat Kesesuaian  ( Certificate of Conformity ), yang diakui di seluruh negara anggota UE. Ini menciptakan "paspor untuk klaim," memastikan bahwa produk yang telah diverifikasi di Irlandia dapat dijual di Prancis atau Jerman tanpa perlu menjalani audit lingkungan sekunder. 4. Isyarat Visual dan Greenwashing  Implisit Panduan ini juga mencakup komunikasi non-verbal. Penggunaan citra bertema alam—seperti daun hijau, hutan, atau hewan langka—pada kemasan kini berada di bawah pengawasan. Jika gambar-gambar ini menunjukkan manfaat lingkungan yang lebih besar daripada yang sebenarnya diberikan produk, hal tersebut dapat ditandai sebagai greenwashing  implisit. Demikian pula, penggunaan "warna bumi" atau corak hijau tertentu untuk mengecoh konsumen agar percaya bahwa suatu produk alami akan tunduk pada tinjauan regulasi. Ringkasan Rinci Persyaratan Regulasi   Pilar Regulasi Persyaratan Rinci Standar Kepatuhan Pembuktian Ilmiah Klaim harus didasarkan pada bukti ilmiah yang diakui dan metode mutakhir. Harus menggunakan data primer jika tersedia; data sekunder harus berkualitas tinggi. Klaim Perbandingan Perbandingan antar produk atau kompetitor harus adil dan menggunakan metodologi yang setara. Harus membandingkan unit fungsional dan periode waktu yang sama. Penyetaraan Karbon ( Carbon Offsetting ) Klaim "netralitas karbon" melalui penyetaraan harus dipisahkan dari pengurangan emisi aktual. Penyetaraan harus berkualitas tinggi, permanen, dan diungkapkan secara transparan. Tata Kelola Pelabelan Proliferasi label swasta dibatasi untuk mencegah "kelelahan label" ( label fatigue ) pada konsumen. Label harus transparan, diverifikasi pihak ketiga, dan ditinjau secara berkala. Pengungkapan Publik Informasi pendukung klaim harus tersedia melalui tautan fisik atau kode QR. Data harus disajikan dalam ringkasan non-teknis yang jelas bagi konsumen. Sanksi & Penalti Negara Anggota harus menjatuhkan penalti yang "efektif, proporsional, dan menimbulkan efek jera". Denda dapat mencapai hingga 4% dari omzet tahunan di Negara Anggota terkait. Janji Masa Depan Klaim tentang tujuan masa depan (misalnya "Net Zero") memerlukan rencana transisi yang konkret. Harus mencakup tonggak pencapaian interim dan anggaran khusus untuk implementasi. 5. Implikasi Strategis bagi Eksportir Inggris dan Global Meskipun Otoritas Persaingan dan Pasar ( Competition and Markets Authority  / CMA) Inggris mengoperasikan 'Kode Klaim Hijau'-nya sendiri, Arahan UE ini jauh lebih preskriptif terkait verifikasi pihak ketiga. Bisnis Inggris harus menyadari bahwa kepatuhan terhadap hukum Inggris mungkin tidak secara otomatis memenuhi persyaratan UE. Untuk bersiap, perusahaan harus: Mengorganisir Data Internal:  Pusatkan semua data kinerja lingkungan untuk memfasilitasi audit yang mudah. Meninjau Rantai Pasok:  Berinteraksi dengan pemasok untuk memastikan mereka dapat menyediakan titik data terverifikasi yang diperlukan untuk Penilaian Siklus Hidup. Menganggarkan Biaya Verifikasi:  Menyadari bahwa sertifikasi pihak ketiga akan menjadi biaya operasional standar bagi departemen pemasaran. Kesimpulan Panduan Komisi Eropa dirancang untuk menghargai inovasi yang tulus. Hal ini memastikan bahwa perusahaan yang benar-benar berinvestasi dalam dekarbonisasi dan efisiensi sumber daya tidak kalah saing oleh kompetitor yang menggunakan taktik pemasaran murah yang tidak terbukti. Bagi konsumen, ini menandai era baru transparansi, di mana pilihan "hijau" akhirnya menjadi pilihan yang dapat mereka percayai.

  • Era Baru untuk Industri Tekstil: Perkenalkan “Materials Matter Standard”

    Industri fashion dan tekstil global kini berada di titik transformasi yang krusial. Menanggapi tuntutan transparansi dan akuntabilitas etis yang kian meningkat, Textile Exchange  telah meluncurkan inisiatif paling komprehensif hingga saat ini: Standard Materials Matter . Kerangka kerja sukarela ini dirancang untuk membentuk kembali produksi dan pemrosesan utama bahan baku. Dengan menyediakan "arah bersama", standar ini memberikan insentif bagi masa depan di mana tekstil diproduksi dengan penghormatan yang tulus terhadap iklim, alam, manusia, dan hewan. Visi Terpadu yang Berbasis Sains Selama lebih dari 20 tahun, Textile Exchange telah memimpin melalui standar-standar khusus untuk bahan tertentu. Namun, peralihan menuju Standar Materials Matter  mencerminkan pergeseran strategis ke arah metodologi yang lebih koheren dan selaras dengan sains. Kriteria ini merupakan hasil kolaborasi intensif selama lima tahun dengan Kelompok Kerja Internasional yang terdiri dari berbagai merek, pengecer, pemasok, dan LSM. Untuk memastikan kerangka kerja ini berfungsi efektif di lapangan, uji coba percontohan (pilot) telah dilakukan secara ketat di wilayah-wilayah utama, mulai dari kawasan pedesaan di Peru  hingga pusat industri di Italia . Standar ini menyediakan bahasa yang sama bagi industri untuk menyeimbangkan ketegasan global dengan konteks lokal yang unik dari para produsen dan komunitas mereka. Cakupan Komprehensif: Dari Lahan hingga Label Standar Materials Matter  berfokus pada tahap awal rantai pasokan yang sering kali memiliki dampak terbesar. Standar ini menetapkan persyaratan ketat untuk: Penatalayanan Lingkungan:  Pengelolaan lahan, air, penggunaan energi, dan emisi gas rumah kaca yang bertanggung jawab. Tanggung Jawab Sosial:  Melindungi hak dan keselamatan individu yang bekerja di tahap awal rantai pasok. Kesejahteraan Hewan:  Persyaratan tingkat tinggi untuk perlakuan yang manusiawi terhadap hewan ternak. Pengelolaan Bahan Kimia & Limbah:  Memodernisasi bagaimana pemrosesan utama berdampak pada ekosistem lokal. Bahan yang Masuk dalam Cakupan Saat Ini: Edisi pertama mencakup bahan-bahan yang sebelumnya berada di bawah kerangka kerja Responsible Animal Fibre (wol, alpaka, mohair) dan bahan daur ulang yang sebelumnya dikelola di bawah Global Recycled Standard (GRS) serta Recycled Claim Standard (RCS). Kredibilitas bagi Merek dan Konsumen Bagi pengecer dan merek, standar ini menawarkan cara yang transparan dan dapat diakses untuk membuktikan klaim keberlanjutan.  Dengan mengintegrasikan standar ini dengan Content Claim Standard  (CCS)  yang sudah ada, Textile Exchange memastikan "rantai penjagaan" ( chain of custody ) yang lengkap. Artinya, integritas bahan baku dilacak secara teliti mulai dari peternakan atau pabrik daur ulang hingga menjadi pakaian jadi. Lini Masa Implementasi Transisi saat ini sudah berjalan. Organisasi didorong untuk mengevaluasi operasional mereka terhadap kriteria baru sebelum tenggat waktu berikut: Tanggal Tahapan Penting 12 Desember 2025 Publikasi Standar Final serta Kebijakan Klaim dan Pelabelan. 31 Desember 2026 Tanggal Efektif:  Audit sukarela dan sertifikasi dimulai. 31 Desember 2027 Tanggal Wajib:  Kepatuhan penuh diperlukan untuk semua cakupan standar sebelumnya yang digantikan. Dengan mengadopsi Standard Materials Matter , industri bergerak melampaui sekadar aspirasi, mengambil langkah nyata menuju masa depan di mana bahan baku memiliki nilai yang selaras bagi kelestarian alam maupun kesejahteraan masyarakat. Referensi : https://textileexchange.org/materials-matter-standard/

  • Beradaptasi dengan Perubahan Baru: Membangun Ketangguhan Menghadapi Regulasi Kemasan dan Limbah Kemasan (PPWR) 2026

    Industri sedang berubah dengan cepat. Kemasan, yang sebelumnya sering dianggap sebagai aspek pendukung, kini menjadi fokus utama. Mulai 12 Agustus 2026 , Regulasi Kemasan dan Limbah Kemasan Uni Eropa (Packaging and Packaging Waste Regulation / PPWR)  akan mengubah secara mendasar cara perusahaan di seluruh dunia menjalankan tanggung jawab lingkungannya. PPWR bukan sekadar seperangkat aturan baru. Bagi seluruh pelaku di sektor Manufaktur  dan Life Sciences , tahun 2026 menandai titik di mana keberlanjutan tidak lagi bersifat opsional, melainkan menjadi kebutuhan utama yang didorong oleh inovasi sirkular. 1. Garis Waktu: Hitung Mundur Menuju Kepatuhan Peralihan dari directive  menjadi regulation  merupakan perubahan yang sangat signifikan. Hal ini mengakhiri perbedaan penerapan hukum di tiap negara anggota dan menciptakan satu standar yang ketat dan seragam di seluruh Uni Eropa. 12 Agustus 2026  adalah tanggal resmi mulai berlakunya regulasi. Sejak saat itu, setiap kemasan yang dipasarkan di Uni Eropa harus memenuhi persyaratan terpadu terkait keberlanjutan, pelabelan, dan dokumentasi teknis. Penghapusan PFAS : Pada saat yang sama, larangan ketat terhadap “bahan kimia abadi” (PFAS) pada kemasan kontak pangan akan diberlakukan. Ini merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan publik dan lingkungan dalam jangka panjang. Satu Dekade Transformasi : Ini baru permulaan. Pada tahun 2030 , standar Design for Recycling  (DfR) akan menjadi kewajiban, dan pada tahun 2035 , seluruh kemasan harus dapat didaur ulang pada skala komersial. 2. Manufaktur: Fokus pada Minimalisasi Kemasan Dalam regulasi baru ini, produsen kini secara resmi dikategorikan sebagai “Produsen”  dan sepenuhnya bertanggung jawab di bawah skema Extended Producer Responsibility (EPR) . Kewajiban Presisi Kemasan berlebih kini menjadi risiko hukum. Produsen harus mampu membuktikan bahwa setiap elemen kemasan benar-benar diperlukan untuk menjaga integritas produk. Era penggunaan kotak dan lapisan berukuran berlebihan telah berakhir. Dokumentasi sebagai Aset Strategis Berkas teknis dan Deklarasi Kesesuaian Uni Eropa harus disimpan hingga sepuluh tahun. Pada tahun 2026, data yang menyertai kemasan akan diaudit dengan tingkat ketelitian yang setara dengan produknya sendiri. 3. Life Sciences: Menyeimbangkan Efektivitas Klinis dan Tanggung Jawab Lingkungan Sektor farmasi dan alat kesehatan beroperasi dalam lingkungan “hibrida”. Meskipun regulasi mengakui pentingnya keselamatan pasien, pengecualian secara menyeluruh tidak lagi realistis. Perlindungan Kesehatan Publik Pengecualian terhadap persyaratan daur ulang untuk kemasan primer—seperti blister dan penghalang steril—sering dianggap sebagai “kelegaan”. Aturan ini memastikan bahwa upaya keberlanjutan tidak mengorbankan sterilitas klinis maupun hasil pengobatan pasien. Kewajiban Logistik Namun demikian, kemasan sekunder dan tersier—seperti karton dan palet dalam rantai pasok global—harus memenuhi standar minimalisasi yang ketat. Tantangan utama sektor life sciences adalah mempertahankan perlindungan kelas medis sambil menerapkan logistik yang lebih ringkas dan efisien. 4. Imperatif Strategis Menuju Masa Depan Sirkular Ketangguhan sejati pada tahun 2026 akan ditentukan oleh Inovasi Sirkular . Organisasi yang berhasil melewati transisi ini umumnya mengadopsi tiga strategi utama berikut: Digital Product Passport (DPP) : Penggunaan kode QR untuk keterlacakan digital bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan penting untuk menyediakan panduan pembuangan dan menjamin transparansi di seluruh rantai nilai. Harmonisasi Material : Transisi dari struktur laminasi multilapis yang kompleks menuju solusi mono-material memungkinkan proses daur ulang dan penggunaan kembali yang lebih mudah, sekaligus selaras dengan target netralitas karbon Uni Eropa. Infrastruktur Berkelanjutan : Sejalan dengan konsep Sponge City , fasilitas manufaktur semakin diharapkan untuk mengelola dampak lingkungannya sendiri—misalnya melalui pengelolaan air hujan di lokasi—sebagai bagian dari komitmen ESG yang lebih luas di bawah kerangka CSRD . Kesimpulan: Kepemimpinan dalam Ekonomi Hijau Baru Penerapan PPWR pada Agustus 2026 seharusnya tidak dipandang sebagai hambatan yang harus dihindari, melainkan sebagai langkah menuju keunggulan operasional . Regulasi ini menuntut evaluasi ulang yang mendalam terhadap cara kita melindungi, mengangkut, dan menyajikan produk industri. Dengan menyiapkan kerangka inovasi  yang tepat sejak hari ini, organisasi Anda dapat memastikan bahwa ketika lanskap regulasi berubah pada tahun 2026, perusahaan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga muncul sebagai pemimpin dalam pasar global yang lebih bersih, transparan, dan berkelanjutan.   Referensi : EU Packaging and Packaging Waste Regulation: New Compliance Requirements for E-Commerce | Insights | Greenberg Traurig LLP   https://www.taylorwessing.com/en/insights-and-events/insights/2025/06/what-the-eu-packaging-regulation-means-for-medical-devices   https://www.news-medical.net/whitepaper/20251217/Developments-in-EU-medtech-legislation.aspx   Packaging & Packaging Waste Regulation - European Commission

Tampilkan Semua

Event (136)

Tampilkan Semua

Halaman Lain (68)

  • Training Registration Form | Peterson Indonesia

    Register for our Sustainability Training. Master ESG reporting, GHG, CBAM, CSRD, Sustainability finance with expert-led sessions. Secure your spot and get certified today!

  • Magang - Copy Writer | Peterson Indonesia

    Magang - Copy Writer Memberikan dukungan penting untuk memastikan kelancaran operasi proyek dan inisiatif penulisan naskah. Peran ini melibatkan pengelolaan jadwal, penyelenggaraan rapat, penanganan komunikasi, dan pemeliharaan dokumentasi proyek. Selain itu, peserta magang membantu dalam penulisan, penyuntingan, dan pemeriksaan laporan, perancangan dan penataan laporan, serta pembuatan kampanye dan katalog media. Peserta magang juga akan mengembangkan iklan media sosial, menyiapkan laporan akhir, dan membuat proposal, penawaran, dan tender yang kreatif dan inovatif. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi alur kerja proyek yang efisien dan mendukung upaya tim penulisan naskah untuk menghasilkan konten berkualitas tinggi untuk berbagai platform dan kampanye. Berlaku hingga 20 Agustus 2024 Kirim CV Anda ke: HRindonesia@onepeterson.com DESKRIPSI PEKERJAAN Menulis, menyunting, dan mengoreksi laporan Merancang dan menata laporan Kampanye dan katalog media Iklan media sosial Membantu & mendukung tim dalam mempersiapkan laporan akhir Membuat proposal/penawaran/tender yang kreatif dan inovatif PERSYARATAN Gelar dalam bidang Jurnalistik, Sastra Inggris, Manajemen Bisnis, atau bidang terkait Keterampilan menulis, membaca, mengedit, dan mengoreksi Keterampilan riset yang efektif dan kemampuan untuk menyampaikan cerita melalui angka dan statistik Kemampuan yang kuat untuk mengatur waktu dan mengatur Pengetahuan tentang konten daring dan berbagai strategi pemasaran Kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai pedoman, gaya penulisan, dan nada merek dengan mudah Keakraban dengan berbagai saluran media sosial untuk menyesuaikan konten yang spesifik untuk setiap platform Terkini dengan tren industri dan kemajuan di bidang atau domain yang Anda tulis untuk memastikan salinan Anda tidak ketinggalan zaman atau tidak relevan Pengalaman dengan alat kolaborasi dan manajemen proyek untuk memudahkan kolaborasi dengan berbagai anggota tim pada berbagai proyek Pengalaman dengan optimasi mesin pencari (SEO) Apa Kata Ex-Intern Kami Andi Ghazali, sekarang Junior Sustainability Consultant at Peterson "Magang selama tiga bulan sebagai admin di Peterson mengasah keterampilan manajemen proyek dan memperdalam pemahaman saya tentang keberlanjutan. Lingkungan yang mendukung dan tim yang berpengalaman membuat saya naik jabatan menjadi Konsultan Keberlanjutan Junior di sini. Kesempatan ini sangat bermanfaat dan menjadi bukti pengalaman berharga yang diperoleh."

  • Biomassa & Biofuel | Peterson Indonesia

    Industri Biomassa & Biofuel Peterson adalah penyedia layanan global independen yang menawarkan layanan khusus yang terdiri dari inspeksi, analisis, dan sertifikasi produk biomassa dan biofuel. Perusahaan kami telah aktif melayani bisnis energi berbasis bio sejak pertama kali diperkenalkannya biomassa dan biofuel sebagai pengganti bahan bakar fosil. Kami telah membangun hubungan jangka panjang dengan semua pihak dalam rantai pasokan komoditas berbasis bio. Selain itu, kami terus terlibat dan berkonsultasi tentang perkembangan dan proyek baru. Melalui jaringan kantor kami, kami menawarkan akses ke tim spesialis terbaik di kelasnya dalam logistik biomassa dan logistik biofuel. Jaringan internasional perusahaan, operasi, dan laboratorium Peterson memungkinkan kami untuk menawarkan kepada klien kami berbagai layanan di seluruh dunia. pelayanan kami Jejak Karbon Analisis resiko Penerapan Keuangan Berkelanjutan Penilaian siklus hidup Pelaporan Keberlanjutan Pengendalian hama Solusi yang Dibuat Khusus

Tampilkan Semua
bottom of page