top of page

Hasil Pencarian

231 item ditemukan untuk ""

Postingan Blog (95)

  • World Water Forum ke-10 - Kolaborasi Global untuk Ketahanan Air

    Pembukaan World Water Forum ke-10 World Water Forum ke-10 di Bali, yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Mei 2024, merupakan pertemuan penting bagi para pemangku kepentingan global untuk membahas masa depan pengelolaan air. Kehadiran Presiden terpilih, Prabowo Subianto, menandakan pentingnya forum ini bagi Indonesia. Forum ini diawali dengan ritual upacara Segara Kerthi, simbolisasi penghormatan terhadap air sebagai sumber kehidupan. Acara Budaya dan Gala Dinner Salah satu highlight dari forum adalah Gala Dinner yang diadakan di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK). Malam tersebut dihiasi dengan penampilan seni musik dan tari yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Peserta dan delegasi dinikmati oleh alunan musik Sape oleh Ayuan Prawida, menambah keunikan pengalaman mereka di Bali. Kehadiran Internasional dan Kontribusi Teknologi Elon Musk, taipan teknologi dari Amerika Serikat, hadir tidak hanya untuk meluncurkan layanan internet Starlink, tetapi juga sebagai pembicara yang membahas potensi desalinasi dan teknologi lainnya dalam mengatasi masalah air. Kehadirannya menegaskan pentingnya inovasi teknologi dalam kerangka kerja pengelolaan sumber daya air. Hasil dan Deklarasi Forum ini menghasilkan Deklarasi Menteri yang ambisius, meliputi beberapa poin krusial: Pembentukan Center of Excellence on Water and Climate Resilience di Asia Pasifik. Pengusulan peringatan Hari Danau Sedunia. Pembentukan Global Water Fund, yang akan mendukung pembiayaan air yang berkelanjutan. Komitmen terhadap 113 proyek yang bernilai total US$9,4 miliar, untuk meningkatkan akses air bersih dan pengelolaan limbah air. Masih banyak hasil lain dari forum ini yang dapat dilihat di https://worldwaterforum.org/ Penutupan Forum dan Kegiatan Budaya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, mengakhiri forum ini dengan seruan untuk melanjutkan kolaborasi dan persiapan untuk forum selanjutnya di Arab Saudi. Penutupan diikuti dengan Cultural Nights di Taman Baghawan, di mana peserta menikmati makanan, pertunjukan, dan produk unggulan lokal. Ini tidak hanya menjadi acara perpisahan tetapi juga showcase dari keragaman budaya Indonesia. Kesimpulan dan Implikasi Masa Depan World Water Forum ke-10 telah menetapkan fokus baru pada kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan dalam pengelolaan air. Dengan masalah global yang semakin meningkat, forum ini menekankan pentingnya integrasi pengetahuan dan sumber daya, menjadikannya sebuah langkah maju dalam memastikan bahwa air, sebagai hak asasi manusia, tetap terjaga dan berkelanjutan.

  • Mengenal Jejak Karbon Sehari-hari!

    Mengapa Perlu Mengetahui Jejak Karbon? Jejak karbon sehari-hari adalah jumlah gas rumah kaca yang dilepaskan sebagai akibat langsung atau tidak langsung dari aktivitas kita sehari-hari. Dari mengendarai mobil ke tempat kerja hingga menyalakan lampu di rumah, setiap tindakan kita memiliki dampak pada lingkungan. Dengan memahami bagaimana aktivitas sehari-hari berkontribusi terhadap jejak karbon, kita dapat mengambil langkah nyata untuk mengurangi emisi dan membantu memerangi perubahan iklim. Sumber Jejak Karbon Sehari-hari Transportasi: Kendaraan bermotor menjadi sumber utama jejak karbon individu, terutama di kota besar dengan tingkat kepemilikan kendaraan pribadi yang tinggi. Kendaraan ini, bersama dengan perjalanan udara, memberikan kontribusi besar terhadap emisi. Penerbangan terutama sangat intensif karbon, dengan emisi yang signifikan per kilometer yang ditempuh oleh setiap penumpang, membuatnya menjadi sumber penting dalam kalkulasi jejak karbon global. Penggunaan Energi di Rumah: Energi yang digunakan untuk menjalankan peralatan rumah tangga seperti AC, pemanas, lampu, dan peralatan elektronik lainnya, berasal dari pembangkit listrik yang sering kali masih mengandalkan bahan bakar fosil, juga menyumbang secara signifikan terhadap jejak karbon. Konsumsi Makanan: Pola makan kita memiliki dampak besar pada jejak karbon. Produksi makanan, terutama daging sapi, memerlukan jumlah energi yang besar dan menghasilkan jumlah gas rumah kaca yang signifikan selama proses produksi hewan, pengolahan, dan distribusi. Daging yang harus didatangkan dari luar negeri, misalnya, menambah jejak karbon karena transportasi yang jauh. Dari ketiga hal sehari-hari yang disebutkan di atas dapat dilihat penyorotan dari penggunaan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas natural dalam transportasi, industri, dan pembangkit listrik adalah penyumbang utama jejak karbon. Pembakaran bahan ini menghasilkan jumlah besar CO2, metana, dan gas rumah kaca lainnya yang langsung dilepaskan ke atmosfer, memperburuk efek pemanasan global. Dampak Lingkungan dari Jejak Karbon Sehari-hari Jejak karbon yang tinggi memiliki konsekuensi langsung yang merusak bagi planet ini. Peningkatan emisi karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya meningkatkan suhu global, yang menyebabkan perubahan pola cuaca, meningkatkan intensitas dan frekuensi cuaca ekstrem seperti badai, banjir, dan kekeringan. Dampak ini mengganggu produksi pangan, merusak ekosistem, menyebarkan penyakit baru ke wilayah yang sebelumnya tidak terpengarug, dan meningkatkan tingkat dan keparahan bencana alam. Kenaikan suhu juga menyebabkan pencairan es kutub, meningkatkan level air laut yang mengancam wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Menghitung Jejak Karbon Sehari-hari Menghitung jejak karbon kita melibatkan pemahaman tentang berapa banyak gas rumah kaca yang dihasilkan oleh setiap aktivitas kita: Jejak Karbon= (Jumlah Emisi Gas Rumah Kaca)×(Indeks GWP atau Global Warming Potential) Misalnya, jika aktivitas menghasilkan 1 kg metana, yang memiliki GWP 28 kali lebih besar dari CO2, maka: 1kg CH4 × 28 = 28kg CO2e Strategi Mengurangi Jejak Karbon Sehari-hari Transportasi Berkelanjutan: Memilih berjalan kaki, bersepeda, menggunakan transportasi umum, atau kendaraan listrik dapat secara signifikan mengurangi jejak karbon dari penggunaan kendaraan pribadi dan penerbangan. Efisiensi Energi Rumah Tangga: Mengganti peralatan listrik lama dengan yang lebih efisien, menggunakan termostat yang dapat diprogram, dan memanfaatkan energi terbarukan seperti solar panel. Konsumsi Makanan Berkelanjutan: Mengurangi konsumsi daging, terutama daging sapi, dan memilih produk lokal yang tidak memerlukan banyak transportasi dapat menurunkan jejak karbon dari diet kita. Kesimpulan: Peran Kita Semua Mengetahui dan mengurangi jejak karbon kita merupakan langkah penting dalam memerangi perubahan iklim. Setiap tindakan, tidak peduli seberapa kecil, membantu dalam meminimalkan dampak kita terhadap planet. Dengan kesadaran dan upaya yang meningkat, kita dapat bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

  • Menjamin Biomassa Berkelanjutan: Manfaat dan Pentingnya Sertifikasi Green Gold Label (GGL)

    Sertifikasi Green Gold Label (GGL) telah berkembang menjadi standar global yang diakui dalam memastikan berkelanjutannya produksi dan penggunaan biomassa. Didirikan pada tahun 2002, GGL kini menjadi skema sertifikasi biomassa tertua dengan reputasi yang kuat dalam melakukan sertifikasi, pelacakan, dan penelusuran produk biomassa yang berkelanjutan. Mengapa Sertifikasi GGL (Green Gold Label) Sangat Penting? Sertifikasi GGL memberikan beberapa keuntungan krusial dalam industri biomassa. Pertama, GGL memastikan bahwa produksi biomassa dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, mendukung konservasi biodiversitas, stewardship lahan, dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Kedua, dengan adanya sertifikasi ini, produsen biomassa dapat mengakses pasar yang lebih luas, khususnya pasar bioenergi dan bioproduk, di mana pembeli umumnya mengutamakan keberlanjutan sumber. Selanjutnya, kepatuhan terhadap regulasi nasional dan internasional menjadi lebih terjamin. Hal ini membantu perusahaan menghindari risiko hukum dan potensi sanksi yang berkaitan dengan non-kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Selain itu, reputasi perusahaan akan terangkat sebagai entitas yang dedikatif terhadap tanggung jawab lingkungan. Bagaimana GGL Menjamin Keberlanjutan Biomassa? Program GGL tidak hanya mencakup biomassa kayu, tapi juga sisa pertanian, limbah kayu, dan bioliquid. Setiap transaksi antara perusahaan yang tersertifikasi GGL diikuti dengan penerbitan sertifikat transaksi, memastikan bahwa setiap bagian dari rantai pasok telah memenuhi standar yang ditetapkan. Audit dilakukan secara tahunan oleh badan sertifikasi independen yang terakreditasi untuk menjaga kredibilitas dan integritas sertifikasi. Skema ini juga telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah Jepang, di mana biomassa bersertifikat GGL mematuhi skema FIT (Feed-in Tariff) dan FIP (Feed-in Premium) yang dikelola oleh Kementrian Perekonomian, Perdagangan dan Perindustrian Jepang. Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan internasional terhadap GGL sebagai alat yang efektif dalam promosi penggunaan biomassa berkelanjutan. Masa Depan Biomassa Bersertifikat GGL Dengan lebih dari tujuh juta ton biomassa yang telah disertifikasi selama 14 tahun, GGL terus mendukung pengembangan biomass yang berkelanjutan untuk energi, produksi daya, dan kimia. Penerimaan GGL pada skala global menegaskan posisinya sebagai skema sertifikasi yang praktis dan kredibel, membawa industri ke era baru dimana keberlanjutan tidak hanya menjadi kebutuhan, tapi juga kewajiban. Pastikan Persiapan Sertifikasi GGL Anda! Untuk perusahaan yang berminat dalam sertifikasi Green Gold Label (GGL), sangat penting untuk memastikan bahwa semua aspek bisnis Anda telah memenuhi kriteria yang ditetapkan sebelum mengajukan sertifikasi. Untuk mendapatkan kepastian ini, Peterson Projects and Solutions Indonesia, sebagai konsultan sertifikasi, siap untuk mendampingi dan membantu Anda dalam setiap langkah menuju keberhasilan sertifikasi Anda. Kami mengerti betapa pentingnya sertifikasi ini bagi kemajuan dan kredibilitas bisnis Anda. Segera hubungi kami melalui link berikut untuk mendiskusikan lebih lanjut mengenai layanan konsultasi GGL kami dan bagaimana kami dapat membantu Anda mencapai tujuan berkelanjutan Anda.

Tampilkan Semua

Halaman Lain (65)

  • Magang | Peterson Indonesia

    Apprenticeship - Admin The job opening for an Apprenticeship Admin for a Sustainability Consultant involves supporting the sustainability consulting team with administrative tasks and project coordination. The apprentice will learn to manage schedules, organize meetings, handle communications, and maintain documentation related to sustainability projects. This role also includes assisting in data collection and report preparation. The position offers an excellent opportunity for individuals looking to develop their administrative skills while gaining insight into the field of sustainability consulting. Ideal candidates should have strong organizational skills, an interest in sustainability, and the ability to work collaboratively in a fast-paced environment. ​ Valid until 15 June 2023 JOB DESCRIPTION Administrative Support : Perform routine administrative tasks, including scheduling and organizing meetings, managing calendars, and maintaining filing systems. Project Assistance : Support the consultant team in managing and executing sustainability projects. Communication Handling : Manage correspondence with clients and stakeholders to ensure smooth communication flows. Data Entry and Management : Input and manage data related to sustainability projects, ensuring accuracy and organization. Document Preparation : Assist in preparing presentations, reports, and documents needed for project meetings and communications. Meeting Coordination : Help coordinate logistics for workshops, seminars, and meetings related to project activities. Research Support : Conduct preliminary research on sustainability topics to support ongoing projects. Compliance Tracking : Monitor and track project compliance with environmental regulations and standards. ​ REQUIREMENTS Educational Background : Bachelor's degree; some positions may prefer or require an associate degree or coursework in business administration, environmental science, or a related field. Technical Skills : Proficiency with office software, such as Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint), and familiarity with virtual meeting platforms like Zoom or Microsoft Teams. Communication Skills : Strong verbal and written communication skills to effectively correspond with team members and stakeholders. Organizational Abilities : Excellent organizational skills, with the ability to manage multiple tasks simultaneously and maintain attention to detail. Analytical Skills : Basic analytical skills to assist with data entry and preliminary data analysis tasks. Problem-Solving : Ability to identify problems and contribute to developing effective solutions. Interest in Sustainability : A demonstrated interest in sustainability and environmental issues, willing to learn about the sector's regulations and best practices. Teamwork : Ability to work collaboratively in a team environment, supporting various project needs. Adaptability : Willingness to adapt to new tasks or changes in project priorities. What Our Ex-Apprentices Say Andi Ghazali, now as Junior Sustainability Consultant at Peterson "My three-month apprenticeship as an admin at Peterson honed my project management skills and deepened my understanding of sustainability. The supportive environment and experienced team led to my advancement to a Junior Sustainability Consultant role here. This opportunity has been incredibly rewarding and a testament to the valuable experience gained."

  • Keuangan Berkelanjutan | Peterson Indonesia

    Jasa Keuangan Berkelanjutan Investor yang peduli dengan isu-isu ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola) terutama memperhatikan bagaimana faktor-faktor ini memengaruhi kinerja keuangan perusahaan dalam jangka panjang. Mereka ingin memahami bagaimana pertimbangan ESG dapat memengaruhi nilai investasi mereka. Mereka menilai risiko dan peluang yang terkait dengan dampak lingkungan dan sosial perusahaan. Selain itu, ada peningkatan minat di kalangan investor dalam mendukung perusahaan dan proyek yang berkelanjutan dan bertanggung jawab secara sosial. Di Peterson, tujuan kami adalah membantu klien kami mencapai tujuan finansial dan keberlanjutan mereka. Kami melakukan ini dengan memberikan solusi inovatif berdasarkan data dan kustomisasi. Misi kami adalah untuk menjadi pelopor dalam menciptakan sistem keuangan yang bertanggung jawab dan tahan iklim sambil mempromosikan inklusi sosial dan melindungi lingkungan . Dengan keahlian kami dalam teknologi dan regulasi, kami mendukung klien kami dalam perjalanan mereka menuju masa depan yang berkelanjutan. Visi kami adalah menjadi pemimpin global dalam keuangan berkelanjutan, menetapkan standar baru dan berkontribusi pada ekonomi yang lebih hijau, lebih adil, dan lebih inklusif . Kami berusaha menjadikan keuangan sebagai kekuatan untuk perubahan positif, mendorong inovasi, dan meningkatkan kualitas hidup semua orang. ​ Layanan Keuangan Berkelanjutan Peterson: ​​ ​ 1 Pengembangan strategi keberlanjutan Kami membantu bisnis dalam mengembangkan strategi berkelanjutan yang sejalan dengan nilai dan tujuan mereka, dengan fokus pada pengembalian investasi lingkungan dan sosial (E-ROI dan S-ROI). 4 Program Keuangan Berkelanjutan Kami merancang program keuangan berkelanjutan khusus yang memenuhi kebutuhan dan tujuan khusus bisnis. Layanan kami memastikan implementasi dan manajemen yang sukses dari program-program ini. 7 Pemilihan dan pengelolaan investasi berkelanjutan Layanan konsultasi kami mencakup pemilihan dan pengelolaan investasi berkelanjutan. Kami membantu klien menyelaraskan investasi mereka dengan tujuan dan nilai ESG mereka. 2 Integrasi pertimbangan ESG dalam investasi dan pembiayaan Keahlian kami terletak pada pemberian saran tentang integrasi faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam keputusan investasi dan pembiayaan. Integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja keuangan dan memitigasi risiko. 5 Implementasi dan pengungkapan kerangka peraturan ESG dengan pertimbangan finansial Kami memberikan panduan dan dukungan kepada bisnis dalam mengadopsi kerangka peraturan dan pengungkapan seperti TCFD, SASB, ISSB, SEC, dan persyaratan pelaporan Eropa. Tujuan kami adalah untuk memastikan kepatuhan, mengidentifikasi kesenjangan dalam pengadopsian kerangka kerja, dan menggabungkan layanan ESG, keuangan berkelanjutan, dan CoE GRK. 8 Pemodelan dan integrasi risiko iklim Kami membantu bisnis dalam menggabungkan model dan skenario risiko iklim ke dalam proses pengambilan keputusan investasi mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi dan memitigasi potensi risiko yang terkait dengan perubahan iklim. 3 Analisis dan evaluasi dampak lingkungan dan sosial untuk tujuan manajemen risiko Kami melakukan penilaian menyeluruh terhadap potensi dampak lingkungan dan sosial dari proyek dan operasi investasi. Wawasan kami membantu bisnis mengelola risiko secara efektif dan membuat keputusan berdasarkan informasi. 6 Pelatihan dan pengembangan keterampilan dalam keuangan berkelanjutan Kami menawarkan program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan investor dan bisnis dalam keuangan berkelanjutan. Program-program ini membekali mereka dengan pengetahuan dan alat yang diperlukan untuk integrasi praktik-praktik ESG yang efektif. 9 Uji tuntas lingkungan dan sosial Kami melakukan proses uji tuntas lingkungan dan sosial secara menyeluruh untuk mengevaluasi dampak potensial dari proyek investasi. Penilaian kami memastikan kepatuhan terhadap standar dan peraturan ESG. Hubungi Kami Sekarang!

  • Analisis Jejak Air | Peterson Indonesia

    Jasa Analisis Jejak Air Jejak air mengukur jumlah air yang digunakan untuk menghasilkan setiap produk dan layanan yang kita konsumsi. Hal ini dapat diukur untuk operasi tertentu, seperti menanam padi, untuk suatu produk, seperti celana jins, untuk bensin yang kita masukkan ke dalam mobil, atau untuk perusahaan multinasional secara keseluruhan. Jejak air juga dapat mengungkapkan berapa banyak air yang dikonsumsi suatu negara – atau dunia secara keseluruhan – dari wilayah sungai atau akuifer tertentu. Jejak air memungkinkan kita memberikan jawaban atas berbagai kekhawatiran yang diajukan oleh dunia usaha, pemerintah, dan individu. Contohnya: ​ Di manakah aktivitas atau rantai pasokan perusahaan saya bergantung pada air? Seberapa efektif peraturan melindungi sumber daya air kita? Seberapa andalkah sumber pangan dan energi kita? Dapatkah saya menurunkan jejak air pribadi saya dan berkontribusi terhadap pengelolaan air bagi manusia dan alam? Tergantung pada pertanyaannya, jejak air dapat diukur dalam meter kubik per ton produksi, per hektar pertanian, per unit mata uang, serta unit fungsional lainnya. Jejak air memungkinkan kita memahami bagaimana sumber daya air tawar kita yang langka dikonsumsi dan terkontaminasi. Pengaruhnya bervariasi tergantung di mana dan kapan air diambil. Jika penyakit ini berasal dari daerah yang airnya sudah langka, maka dampaknya bisa sangat parah dan memerlukan intervensi. Ada tiga komponen jejak air: hijau, biru, dan abu-abu. Bersama-sama, komponen-komponen ini memberikan gambaran lengkap tentang penggunaan air dengan mengidentifikasi sumber air yang dikonsumsi, apakah berupa curah hujan/kelembaban tanah, air permukaan, atau air tanah, dan volume air tawar yang diperlukan untuk penyerapan kontaminan. ​ Penggunaan air secara langsung dan tidak langsung Jejak air mempertimbangkan penggunaan air secara langsung dan tidak langsung dalam suatu proses, produk, atau industri, serta konsumsi air dan polusi di sepanjang siklus produksi, mulai dari rantai pasokan hingga konsumen akhir. ​ Jejak air juga dapat digunakan untuk menghitung jumlah air yang dibutuhkan untuk menghasilkan semua barang dan jasa yang digunakan oleh individu, komunitas, bangsa, atau seluruh populasi manusia. Hal ini juga mencakup jejak air langsung, yaitu jumlah air yang digunakan secara langsung oleh individu, dan jejak air tidak langsung, yaitu jumlah jejak air dari seluruh produk yang dikonsumsi.

Tampilkan Semua
bottom of page