Hasil Pencarian
386 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
Postingan Blog (173)
- Kenaikan Harga Plastik: Dampak Geopolitik atau Alarm Krisis Lingkungan?
Selama bertahun-tahun, plastik sudah jadi bagian yang sulit dipisahkan dari aktivitas bisnis dan kehidupan sehari-hari. Dari kemasan makanan dan minuman sampai industri otomotif, hampir semuanya bergantung pada plastik. Alasannya sederhana yaitu murah, fleksibel, dan efisien. Tapi sekarang pertanyaannya mulai berubah, apa jadinya ketika material yang selama ini paling ekonomis justru makin mahal? Beberapa waktu terakhir, plastik bukan lagi sekadar bahan baku biasa. Topik ini mulai sering muncul di ruang rapat, agenda kebijakan publik, hingga topik pembicaraan di kalangan masyarakat, khususnya pelaku usaha seperti UMKM. Hal ini bukan karena inovasi baru, tapi karena harganya yang terus naik dan mulai menekan banyak industri. Di balik itu, ada banyak faktor yang saling terkait. Ketegangan geopolitik di wilayah penghasil energi, gangguan rantai pasok pasca pandemi, hingga fluktuasi harga minyak dunia semuanya berdampak langsung ke industri petrokimia. Karena plastik berasal dari minyak dan gas, efeknya pun ikut terasa. Di saat yang sama, isu lingkungan juga semakin tidak bisa diabaikan. Polusi laut, krisis sampah, dan target penurunan emisi mendorong banyak negara untuk memperketat regulasi. Artinya, perusahaan tidak hanya menghadapi kenaikan harga bahan baku, tapi juga biaya tambahan dari kewajiban pengelolaan limbah, daur ulang, dan tuntutan transparansi. Dengan kata lain, harga plastik hari ini tidak lagi hanya mencerminkan biaya produksi, tapi juga mulai “memasukkan” biaya lingkungan yang selama ini terabaikan. Ini jadi sinyal bahwa perubahan besar sedang terjadi di mana faktor ekonomi dan lingkungan kini semakin saling terkait. Saatnya Mengurangi Plastik dan Beralih ke Material Berkelanjutan Mengapa Harus Mulai Sekarang? Kenaikan harga plastik menunjukkan ketergantungan yang tidak lagi stabil Plastik berbasis fosil sangat rentan terhadap geopolitik dan harga energi Biaya lingkungan selama ini tidak tercermin dalam harga Tekanan regulasi global semakin kuat Arah Perubahan: Alternatif Material yang Mulai Berkembang 1. Plastik Daur Ulang (rPET, rPP) Plastik daur ulang seperti rPET (recycled polyethylene terephthalate) dan rPP (recycled polypropylene) merupakan solusi yang paling cepat diadopsi karena masih berada dalam “keluarga” material yang sama dengan plastik konvensional. Material ini berasal dari limbah plastik yang dikumpulkan, diproses ulang, dan digunakan kembali sebagai bahan baku. Keunggulan utamanya adalah dapat mengurangi ketergantungan pada virgin plastic serta menekan jejak karbon produksi. Namun, tantangannya terletak pada kualitas dan ketersediaan. Tidak semua limbah plastik dapat didaur ulang dengan kualitas yang sama, dan infrastruktur pengumpulan serta pemilahan masih terbatas di banyak negara. Akibatnya, harga plastik daur ulang sering kali justru lebih tinggi dibandingkan plastik baru. 2. Bioplastik (Berbasis Tanaman) Bioplastik merupakan material yang dibuat dari sumber daya terbarukan seperti jagung, tebu, atau singkong. Berbeda dengan plastik konvensional yang berbasis fosil, bioplastik dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada minyak bumi. Beberapa jenis bioplastik juga memiliki sifat biodegradable atau compostable, sehingga dapat terurai lebih cepat dalam kondisi tertentu. Hal ini menjadikannya alternatif yang menarik dari perspektif lingkungan. Namun, bioplastik bukan tanpa kritik. Produksinya masih relatif mahal dan dalam beberapa kasus bersaing dengan kebutuhan pangan karena menggunakan bahan pertanian. Selain itu, tidak semua bioplastik benar-benar terurai di lingkungan alami—beberapa tetap membutuhkan fasilitas industri khusus. 3. Kemasan Berbasis Serat Alami (Kertas, Bambu dan bahan relevant lainnya) Material berbasis serat alami seperti kertas, karton, atau bambu semakin banyak digunakan sebagai pengganti plastik, terutama untuk kemasan sekali pakai. Keunggulan utamanya adalah berasal dari sumber yang dapat diperbarui dan relatif lebih mudah terurai di lingkungan. Selain itu, material ini umumnya lebih mudah diterima oleh konsumen karena dianggap lebih “ramah lingkungan”. Namun, ada trade-off yang perlu diperhatikan. Produksi kertas, misalnya, membutuhkan air dan energi dalam jumlah besar, serta dapat berkontribusi pada deforestasi jika tidak dikelola secara berkelanjutan. Dari sisi performa, material ini juga tidak selalu sekuat atau sefleksibel plastik, terutama untuk produk yang membutuhkan daya tahan tinggi atau perlindungan dari kelembapan. 4. Sistem Reusable (Isi Ulang / Refill) Berbeda dari pendekatan material, sistem reusable berfokus pada mengurangi kebutuhan produksi kemasan itu sendiri. Konsep ini mendorong penggunaan wadah yang dapat digunakan berulang kali, baik melalui sistem isi ulang (refill) maupun pengembalian kemasan (return system). Model ini dianggap sebagai salah satu solusi paling efektif dalam kerangka Circular Economy karena langsung menekan volume limbah. Selain itu, dalam jangka panjang, sistem ini dapat menciptakan efisiensi biaya jika diimplementasikan dalam skala besar. Namun, tantangannya terletak pada perubahan perilaku. Sistem reusable membutuhkan partisipasi aktif dari konsumen, serta infrastruktur yang mendukung seperti logistik pengembalian dan sanitasi kemasan. Peluang Strategis Mengurangi risiko ketergantungan bahan baku Meningkatkan nilai brand & kepercayaan konsumen Efisiensi jangka panjang melalui sistem sirkular Akses ke pasar global yang lebih ketat terhadap ESG Pada akhirnya, kenaikan harga plastik bukan hanya persoalan biaya, tetapi sinyal perubahan arah. Industri yang mampu beradaptasi menuju sistem packaging yang lebih stabil dan berkelanjutan akan berada pada posisi yang lebih siap dalam menghadapi ketidakpastian global ke depan dan resilien. Kenaikan harga plastik yang dipicu oleh dinamika geopolitik menunjukkan satu hal yang semakin jelas bahwa ketergantungan pada material berbasis fosil bukan hanya tidak berkelanjutan, tetapi juga tidak stabil. Ketika rantai pasok global terganggu, dampaknya langsung merambat ke biaya produksi dan harga konsumen, memperlihatkan rapuhnya sistem yang selama ini dianggap efisien. Pergeseran menuju pendekatan seperti Circular Economy bukan lagi sekadar pilihan strategis, melainkan kebutuhan untuk menciptakan stabilitas jangka panjang. Penggunaan kemasan yang lebih berkelanjutan baik melalui material daur ulang, alternatif berbasis alami, maupun sistem reusable—menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko sekaligus menjawab tekanan lingkungan. Referensi : Hamapu, A. (April 7, 2026). Harga Plastik di Batam Naik hingga 30 Persen, Disperindag: Dampak Global. DetikSumut. https://www.detik.com/sumut/berita/d-8432780/harga-plastik-di-batam-naik-hingga-30-persen-disperindag-dampak-global (August 15, 2024). Pemerintah Siapkan Kebijakan Ekonomi Sirkular untuk Industri Plastik. ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/4263199/pemerintah-siapkan-kebijakan-ekonomi-sirkular-untuk-industri-plastik (April 10, 2026). Harga Plastik Naik, Industri Didorong Bangun Ketahanan di Tengah Tekanan Global. Warta Ekonomi. https://id.investing.com/news/economy-news/harga-plastik-naik-industri-didorong-bangun-ketahanan-di-tengah-tekanan-global-2947794
- Sustainability in Action: Jakarta Catat Peningkatan Kualitas Udara Saat Lebaran 2026
Fenomena menarik terjadi di Jakarta selama Lebaran 2026. Kota yang selama ini dikenal dengan tingkat polusi udara tinggi justru mencatat kualitas udara yang membaik secara signifikan. Bahkan, dalam periode tertentu, Jakarta mampu melampaui kota global seperti Seoul dan London dalam hal kualitas udara. Peristiwa ini bukan hanya kabar baik sementara, tetapi juga menjadi refleksi penting dalam diskusi sustainability, khususnya terkait urban living dan emisi karbon. Data Kualitas Udara Jakarta Saat Lebaran 2026 Selama periode libur Lebaran, Air Quality Index (AQI) Jakarta tercatat berada di kisaran 50 atau kategori baik (good) . Ini merupakan pencapaian yang jarang terjadi dalam kondisi normal. Sebagai perbandingan: Seoul mencatat AQI yang lebih tinggi London juga berada di atas Jakarta Dengan kata lain, dalam waktu singkat, Jakarta bertransformasi menjadi salah satu kota dengan udara yang relatif lebih bersih di dunia. Mengapa Kualitas Udara Jakarta Bisa Meningkat? 1. Penurunan Volume Kendaraan Bermotor Selama Lebaran, jutaan warga Jakarta melakukan mudik ke kampung halaman. Hal ini menyebabkan: Penurunan drastis jumlah kendaraan di jalan Berkurangnya kemacetan Turunnya emisi gas buang kendaraan Transportasi darat selama ini menjadi penyumbang utama polusi udara di Jakarta. 2. Aktivitas Industri dan Perkantoran Melambat Libur panjang menyebabkan banyak aktivitas ekonomi berhenti sementara. Dampaknya: ◦ Emisi dari sektor industri menurun ◦ Konsumsi energi di gedung perkantoran berkurang ◦ Aktivitas logistik menurun 3. Penurunan Konsumsi Energi Dengan berkurangnya aktivitas bisnis: ◦ Penggunaan listrik menurun ◦ Emisi dari pembangkit listrik ikut berkurang Ini menunjukkan hubungan langsung antara konsumsi energi dan kualitas udara. Dampak Positif yang Terlihat Secara Langsung Warga yang tetap berada di Jakarta dapat merasakan perubahan secara nyata: Langit terlihat lebih biru Udara terasa lebih segar Jarak pandang meningkat Paparan polusi berkurang Fenomena ini menjadi gambaran nyata bagaimana kualitas hidup di kota besar dapat meningkat jika polusi ditekan. Insight Sustainability: Bukti Nyata Kota Rendah Emisi Fenomena Lebaran 2026 dapat dianggap sebagai simulasi alami kota berkelanjutan . Beberapa insight penting: Polusi udara bersifat reversible Perubahan aktivitas manusia berdampak cepat Sistem kota memiliki potensi besar untuk menjadi lebih ramah lingkungan Dalam konteks sustainability, ini menunjukkan bahwa Jakarta memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi low emission city . Perbandingan dengan Kota Global Meski Seoul dan London memiliki sistem transportasi dan regulasi lingkungan yang lebih maju, kualitas udara tetap dipengaruhi oleh: ◦ Aktivitas ekonomi yang stabil ◦ Tingginya mobilitas harian ◦ Faktor geografis dan cuaca Sementara Jakarta mengalami penurunan aktivitas ekstrem yang berdampak langsung pada emisi. Setelah Lebaran: Kualitas Udara Kembali Memburuk Sayangnya, perbaikan ini tidak berlangsung lama. Setelah arus balik: ◦ Kendaraan kembali memenuhi jalan ◦ Aktivitas industri meningkat ◦ Emisi naik kembali AQI Jakarta kembali ke kategori tidak sehat hanya dalam beberapa hari. Hal ini menegaskan bahwa masalah polusi di Jakarta bukan tidak bisa diatasi, tetapi belum dikelola secara konsisten. Implikasi untuk Strategi Sustainability Untuk Pemerintah Penguatan transportasi publik Regulasi pembatasan emisi Insentif kendaraan listrik Perencanaan kota berbasis sustainability Untuk Dunia Bisnis Implementasi ESG strategy Pengurangan jejak karbon operasional Kebijakan hybrid working Untuk Masyarakat Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi Meningkatkan kesadaran lingkungan Mengadopsi gaya hidup berkelanjutan Kesimpulan Fenomena di Jakarta saat Lebaran 2026 membuktikan bahwa kualitas udara yang baik bukanlah hal yang mustahil. Bahkan, Jakarta sempat melampaui Seoul dan London dalam hal udara bersih. Namun, tanpa perubahan sistemik dan konsistensi kebijakan, kondisi ini hanya akan menjadi fenomena sementara dan musiman. Apakah Jakarta siap mempertahankan kualitas udara yang lebih baik secara berkelanjutan? References Oswaldo, I. G. (March 11, 2026). 143,9 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran 2026, Mayoritas Pakai Mobil Pribadi . Detik Finance. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8395182/143-9-juta-orang-diprediksi-mudik-lebaran-2026-mayoritas-pakai-mobil-pribadi Kencana, M. R. (March 14, 2026). Ditinggal Mudik, Konsumsi Listrik Jakarta Turun 2.000 MW di Lebaran 2026 . Liputan6.com . https://www.liputan6.com/bisnis/read/6298036/ditinggal-mudik-konsumsi-listrik-jakarta-turun-2000-mw-di-lebaran-2026 Huda, L. (April 9, 2025). Usai Libur Lebaran, Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Tidak Sehat . Kompas.com . https://megapolitan.kompas.com/read/2025/04/09/07422931/usai-libur-lebaran-kualitas-udara-jakarta-hari-ini-tidak-sehat (2024). World Air Quality Index (AQI) Ranking . IQAir. https://www.iqair.com/world-air-quality-ranking
- GOTS Versi 8.0 : Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Pembaruan Terbaru
Standar Tekstil Organik Global (GOTS) adalah standar global terkemuka untuk tekstil serat organik, yang mencakup seluruh rantai pasokan mulai dari bahan baku hingga pelabelan. Ini menekankan transparansi lingkungan, sosial, dan rantai nilai. Meskipun sukarela, GOTS diakui secara luas di industri tekstil sebagai tanda kredibilitas dan komitmen keberlanjutan. Standar Tekstil Organik Global (GOTS) Versi 8.0 GOTS Versi 8.0 dirilis pada 2 Maret 2026, dan berlaku untuk semua entitas bersertifikat pada 1 Maret 2027. Sementara masa transisi satu tahun berlaku, implementasi awal sangat dianjurkan. Versi GOTS sebelumnya berfokus pada kandungan serat organik, pembatasan bahan kimia, dan persyaratan sosial yang selaras dengan konvensi ILO. Versi 8.0 mempertahankan fondasi ini dan menambahkan sistem uji tuntas yang sistematis dan terdokumentasi. Perusahaan sekarang harus menunjukkan identifikasi, pencegahan, dan mitigasi risiko yang berkelanjutan, terutama mengenai hak asasi manusia, pekerja rumahan, dan pekerja migran. Secara lingkungan, GOTS Versi 7.0 berfokus pada bahan kimia terlarang dan pengolahan limbah. GOTS Versi 8.0 memperkuat kontrol input kimia dengan evaluasi komprehensif, mengklarifikasi kriteria persetujuan, dan meningkatkan ekspektasi untuk efisiensi energi, pengurangan emisi, dan pengelolaan air limbah. Hal ini sejalan dengan tuntutan global yang terus meningkat akan transparansi dan pengurangan dampak lingkungan dalam industri tekstil. Versi sebelumnya memerlukan Sertifikat Cakupan dan Transaksi untuk ketertelusuran. GOTS Versi 8.0 mengklarifikasi sistem dengan konfirmasi dokumentasi, pemisahan material, dan pengawasan transaksi yang lebih ketat. Perusahaan harus mempertahankan sistem manajemen internal yang secara konsisten mendokumentasikan aliran bahan organik. Tata kelola di GOTS Versi 7.0 berfokus pada kepatuhan sosial normatif. Versi 8.0 bergeser untuk menekankan akuntabilitas manajemen, mekanisme keluhan, dan transparansi kebijakan internal, beralih dari kepatuhan ke pendekatan strategis untuk manajemen keberlanjutan. Struktur dan Isi Utama GOTS Versi 8.0 Prinsip & Ruang Lingkup Standar Ruang lingkup operasional dan ambang batas material. • Kandungan serat organik minimal 70%. • Termasuk pemrosesan, manufaktur, pelabelan, dan distribusi. • Kepatuhan hukum nasional atau GOTS (pilih yang lebih ketat). Rantai Pasokan & Ketertelusuran Integritas alur bahan organik. • Menggunakan Sertifikat Lingkup (SC) dan Sertifikat Transaksi (TC) . • Kewajiban untuk memisahkan bahan organik dari non-organik. • Sistem pelaporan internal yang didokumentasikan secara ketat. Kriteria Lingkungan Mitigasi dampak ekologis industri. • Efisiensi penggunaan air dan energi.• Pengurangan emisi gas rumah kaca.• Pengelolaan limbah cair dan padat yang komprehensif. Kriteria Sosial & Tata Kelola Perlindungan dan akuntabilitas tenaga kerja. • Larangan kerja paksa, pekerja anak, dan diskriminasi. • Perlindungan khusus untuk pekerja migran dan rumah tangga . • Penerapan mekanisme pengaduan . Kepatuhan Produk Standar kualitas fisik dan teknis. • Pengujian nilai residu kimia maksimum. • Kriteria khusus untuk tekstil kontak makanan. • Penerapan prinsip sirkularitas produk . Masukan Kimia Kontrol pembantu proses. • Evaluasi dan persetujuan ketat pewarna dan alat bantu. • Larangan bahan berbahaya berdasarkan daftar RSL/MRSL. • Audit langsung produsen bahan kimia. Berikut ini menyajikan perbandingan antara area fokus pembaruan GOTS Versi 8.0 dan versi standar sebelumnya. GOTS Versi 1-6 Kandungan Organik & Integritas Serat: Memastikan bahwa bahan baku yang digunakan adalah organik asli. Persetujuan Input: Menetapkan aturan dasar untuk memverifikasi setiap zat yang memasuki rantai produksi. Pembatasan Kimia: Menerapkan larangan penting pada bahan kimia berbahaya untuk memastikan produksi "bersih" sejak awal. GOTS Versi 7.0 Kepatuhan Lingkungan & Sosial: Memperkenalkan kriteria khusus yang berlaku di seluruh rantai pasokan, bukan hanya produk akhir. Struktur Berbasis Kepatuhan: Mengalihkan fokus ke pendekatan standar yang lebih terstruktur dan dipantau. Future-Proofing: Mempersiapkan industri untuk tantangan global yang muncul dan peraturan yang lebih ketat. GOTS Versi 8.0 GRK & Manajemen Iklim: Memperkenalkan persyaratan wajib untuk memantau jejak karbon dan mengurangi dampak iklim. Uji Tuntas & Tata Kelola: Berfokus pada uji tuntas sosial berbasis risiko yang maju untuk melindungi martabat pekerja. Data Sirkularitas & Kinerja Lingkungan: Memprioritaskan sirkularitas limbah tekstil, pengendalian pelepasan serat mikro, dan penyediaan data kinerja yang transparan dan dapat diverifikasi. Pembaruan Inti dan Implikasi Strategis Section / Clause GOTS Versi 7.0 GOTS Versi 8.0 Implikasi Strategis untuk Entitas Bersertifikat Pengantar & Ruang Lingkup Mendefinisikan tujuan standar untuk menjaga integritas organik dari bahan baku hingga produk akhir. Mempertahankan tujuan yang sama tetapi menambahkan integrasi dan penyelarasan ESG dengan kerangka kerja uji tuntas global. 2. Hanya produk tekstil lengkap yang dapat disertifikasi; Item campuran harus menentukan bagian tekstil bersertifikat. Pembuat produk campuran harus menyesuaikan label dan memastikan klaim yang transparan dan tidak menyesatkan. Sertifikasi & Audit Sertifikasi terutama didasarkan pada verifikasi di tempat. Memperkenalkan fleksibilitas untuk audit digital dan hibrida. Memberikan panduan formal untuk model audit jarak jauh (desktop, virtual, streaming langsung). Memungkinkan audit hibrida dan memerlukan catatan digital, bukti visual, dan berbagi dokumen yang aman. Bahan & Aksesoris Tidak ada referensi khusus untuk mikroplastik atau sintetis. Melarang sintetis perawan ; Hanya sintetis daur ulang yang diizinkan berdasarkan dokumentasi yang ketat. Menambahkan pembatasan mikroplastik yang selaras dengan kebijakan lingkungan UE & OECD. Harus memperbarui spesifikasi aksesori untuk memenuhi batas mikroplastik dan memastikan input daur ulang yang dapat dilacak. Proses Uji Tuntas Proses enam langkah, selaras dengan OECD, direkomendasikan tetapi tidak wajib. Uji tuntas menjadi elemen inti dan wajib dari sertifikasi. Menambahkan uji tuntas sadar gender, pemeriksaan multi-sumber, masukan pemangku kepentingan, dan komunikasi yang jelas. Memerlukan sistem uji tuntas yang terdokumentasi dengan proses risiko, keluhan, dan remediasi. Kriteria Lingkungan Berfokus pada pengelolaan air limbah, energi, dan limbah. Diperluas untuk mencakup pengelolaan GRK, emisi udara, limbah tekstil, dan prinsip sirkularitas. Membutuhkan Kebijakan Lingkungan & Kimia dan aturan air limbah ZDHC. Membutuhkan target GRK, pelacakan energi/air, dan pengujian air limbah yang selaras dengan ZDHC. Hak Asasi Manusia & Kriteria Sosial Proses enam langkah, selaras dengan OECD, direkomendasikan tetapi tidak wajib. Mencakup kesetaraan gender, pencegahan pelecehan, perlindungan pekerja, dan pemeriksaan upah layak. Menambahkan instrumen ILO, klausul kesejahteraan iklim, dan persyaratan kebijakan upah. Membutuhkan kebijakan kesetaraan gender, langkah-langkah ketahanan iklim, dan tinjauan upah layak. Kriteria Tata Kelola Perhatian terbatas terhadap tata kelola atau antikorupsi. Menjadi bagian khusus dari standar. Menambahkan aturan tata kelola tentang transparansi, antikorupsi, konflik kepentingan, dan pengungkapan ESG. Menambahkan persyaratan bagi pelaku rantai pasokan untuk menyediakan data (misalnya, penggunaan energi, input material, jarak transportasi, dll.) untuk perhitungan emisi GRK tingkat produk. Harus menetapkan kebijakan tata kelola, menetapkan pengawasan ESG, dan menerbitkan laporan keberlanjutan berkala. Kualitas Teknis Produk Menentukan batas residu (pestisida, logam berat) dan uji kualitas. Memperketat batas residu; memperkenalkan Bagian 5.3 Prinsip Sirkularitas. Memerlukan tes GMO ISO 5354-1/2 dan melindungi batas pestisida. Memerlukan tes ISO GMO untuk kapas dan ukuran sirkularitas. Secara keseluruhan, GOTS Versi 8.0 menetapkan kerangka kerja keberlanjutan yang lebih komprehensif untuk industri tekstil, sementara manualnya memastikan standar dapat diterapkan secara konsisten, diverifikasi, dan dipertahankan sebagai kredibel di seluruh dunia. Untuk detail lebih lanjut tentang pembaruan GOTS Versi 8.0, silakan lihat materi berikut: Global Organic Textile Standard v 8.0 Manual for the Implementation of GOTS v 8.0
Event (145)
- March 4, 2025 | 12:00 PMFalabisahaya, Mangoli Utara, Kepulauan Sula Regency, North Maluku, Indonesia
- February 21, 2025 | 12:00 PMSumber Graha Sejahtera Pt. (Bala Raja), Balaraja, Kec. Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten 15610, Indonesia
- January 31, 2025 | 12:00 PMJl. Poskota No.9, RT.9/RW.8, Cakung Bar., Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13910, Indonesia
Halaman Lain (68)
- Training Registration Form | Peterson Indonesia
Register for our Sustainability Training. Master ESG reporting, GHG, CBAM, CSRD, Sustainability finance with expert-led sessions. Secure your spot and get certified today!
- Magang - Copy Writer | Peterson Indonesia
Magang - Copy Writer Memberikan dukungan penting untuk memastikan kelancaran operasi proyek dan inisiatif penulisan naskah. Peran ini melibatkan pengelolaan jadwal, penyelenggaraan rapat, penanganan komunikasi, dan pemeliharaan dokumentasi proyek. Selain itu, peserta magang membantu dalam penulisan, penyuntingan, dan pemeriksaan laporan, perancangan dan penataan laporan, serta pembuatan kampanye dan katalog media. Peserta magang juga akan mengembangkan iklan media sosial, menyiapkan laporan akhir, dan membuat proposal, penawaran, dan tender yang kreatif dan inovatif. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi alur kerja proyek yang efisien dan mendukung upaya tim penulisan naskah untuk menghasilkan konten berkualitas tinggi untuk berbagai platform dan kampanye. Berlaku hingga 20 Agustus 2024 Kirim CV Anda ke: HRindonesia@onepeterson.com DESKRIPSI PEKERJAAN Menulis, menyunting, dan mengoreksi laporan Merancang dan menata laporan Kampanye dan katalog media Iklan media sosial Membantu & mendukung tim dalam mempersiapkan laporan akhir Membuat proposal/penawaran/tender yang kreatif dan inovatif PERSYARATAN Gelar dalam bidang Jurnalistik, Sastra Inggris, Manajemen Bisnis, atau bidang terkait Keterampilan menulis, membaca, mengedit, dan mengoreksi Keterampilan riset yang efektif dan kemampuan untuk menyampaikan cerita melalui angka dan statistik Kemampuan yang kuat untuk mengatur waktu dan mengatur Pengetahuan tentang konten daring dan berbagai strategi pemasaran Kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai pedoman, gaya penulisan, dan nada merek dengan mudah Keakraban dengan berbagai saluran media sosial untuk menyesuaikan konten yang spesifik untuk setiap platform Terkini dengan tren industri dan kemajuan di bidang atau domain yang Anda tulis untuk memastikan salinan Anda tidak ketinggalan zaman atau tidak relevan Pengalaman dengan alat kolaborasi dan manajemen proyek untuk memudahkan kolaborasi dengan berbagai anggota tim pada berbagai proyek Pengalaman dengan optimasi mesin pencari (SEO) Apa Kata Ex-Intern Kami Andi Ghazali, sekarang Junior Sustainability Consultant at Peterson "Magang selama tiga bulan sebagai admin di Peterson mengasah keterampilan manajemen proyek dan memperdalam pemahaman saya tentang keberlanjutan. Lingkungan yang mendukung dan tim yang berpengalaman membuat saya naik jabatan menjadi Konsultan Keberlanjutan Junior di sini. Kesempatan ini sangat bermanfaat dan menjadi bukti pengalaman berharga yang diperoleh."


