Era Baru untuk Industri Tekstil: Perkenalkan “Materials Matter Standard”
- admin peterson
- 6 jam yang lalu
- 2 menit membaca

Industri fashion dan tekstil global kini berada di titik transformasi yang krusial. Menanggapi tuntutan transparansi dan akuntabilitas etis yang kian meningkat, Textile Exchange telah meluncurkan inisiatif paling komprehensif hingga saat ini: Standard Materials Matter.
Kerangka kerja sukarela ini dirancang untuk membentuk kembali produksi dan pemrosesan utama bahan baku. Dengan menyediakan "arah bersama", standar ini memberikan insentif bagi masa depan di mana tekstil diproduksi dengan penghormatan yang tulus terhadap iklim, alam, manusia, dan hewan.
Visi Terpadu yang Berbasis Sains
Selama lebih dari 20 tahun, Textile Exchange telah memimpin melalui standar-standar khusus untuk bahan tertentu. Namun, peralihan menuju Standar Materials Matter mencerminkan pergeseran strategis ke arah metodologi yang lebih koheren dan selaras dengan sains.
Kriteria ini merupakan hasil kolaborasi intensif selama lima tahun dengan Kelompok Kerja Internasional yang terdiri dari berbagai merek, pengecer, pemasok, dan LSM. Untuk memastikan kerangka kerja ini berfungsi efektif di lapangan, uji coba percontohan (pilot) telah dilakukan secara ketat di wilayah-wilayah utama, mulai dari kawasan pedesaan di Peru hingga pusat industri di Italia.
Standar ini menyediakan bahasa yang sama bagi industri untuk menyeimbangkan ketegasan global dengan konteks lokal yang unik dari para produsen dan komunitas mereka.
Cakupan Komprehensif: Dari Lahan hingga Label
Standar Materials Matter berfokus pada tahap awal rantai pasokan yang sering kali memiliki dampak terbesar. Standar ini menetapkan persyaratan ketat untuk:
Penatalayanan Lingkungan: Pengelolaan lahan, air, penggunaan energi, dan emisi gas rumah kaca yang bertanggung jawab.
Tanggung Jawab Sosial: Melindungi hak dan keselamatan individu yang bekerja di tahap awal rantai pasok.
Kesejahteraan Hewan: Persyaratan tingkat tinggi untuk perlakuan yang manusiawi terhadap hewan ternak.
Pengelolaan Bahan Kimia & Limbah: Memodernisasi bagaimana pemrosesan utama berdampak pada ekosistem lokal.
Bahan yang Masuk dalam Cakupan Saat Ini:
Edisi pertama mencakup bahan-bahan yang sebelumnya berada di bawah kerangka kerja Responsible Animal Fibre (wol, alpaka, mohair) dan bahan daur ulang yang sebelumnya dikelola di bawah Global Recycled Standard (GRS) serta Recycled Claim Standard (RCS).
Kredibilitas bagi Merek dan Konsumen
Bagi pengecer dan merek, standar ini menawarkan cara yang transparan dan dapat diakses untuk membuktikan klaim keberlanjutan. Dengan mengintegrasikan standar ini dengan Content Claim Standard (CCS) yang sudah ada, Textile Exchange memastikan "rantai penjagaan" (chain of custody) yang lengkap. Artinya, integritas bahan baku dilacak secara teliti mulai dari peternakan atau pabrik daur ulang hingga menjadi pakaian jadi.
Lini Masa Implementasi
Transisi saat ini sudah berjalan. Organisasi didorong untuk mengevaluasi operasional mereka terhadap kriteria baru sebelum tenggat waktu berikut:
Tanggal | Tahapan Penting |
12 Desember 2025 | Publikasi Standar Final serta Kebijakan Klaim dan Pelabelan. |
31 Desember 2026 | Tanggal Efektif: Audit sukarela dan sertifikasi dimulai. |
31 Desember 2027 | Tanggal Wajib: Kepatuhan penuh diperlukan untuk semua cakupan standar sebelumnya yang digantikan. |
Dengan mengadopsi Standard Materials Matter, industri bergerak melampaui sekadar aspirasi, mengambil langkah nyata menuju masa depan di mana bahan baku memiliki nilai yang selaras bagi kelestarian alam maupun kesejahteraan masyarakat.
Referensi :



Komentar